Daniel Dejapin Penjual Mawar & Peraih Beasiswa ke Jerman, Ternyata kisahnya Sungguh Diluar Dugaan

Sebagian besar masa kecilnya dihabiskan dengan mencari uang di jalanan. Orangtuanya kala itu sering mabuk-mabukkan. Sehingga Daniel harus menjaga dirinya sendiri dan mencoba bertahan hidup dengan mencari uang di jalan.
Daniel kemudian memutuskan untuk meninggalkan rumah dan hidup di jalanan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia menjual bunga mawar. Jalan terjal dan berliku pun ia lalui. Ia juga sering mendapat perlakuan buruk dari orang-orang disekitarnya, seperti diusir atau diintimidasi.
Tak seperti anak-anak lainnya, meski ia bertahan hidup dengan mencari uang di jalan, ia tetap menyempatkan diri untuk bersekolah. Ia bersekolah di pagi hingga siang hari, lalu berjualan bunga di malam harinya.
Usahanya yang keras itu rupanya dilirik oleh gurunya di sekolah. Ia berhasil mendapatkan beasiswa dan berkesempatan sekolah di di Aguinaldo International School. Usahanya pun semakin keras, sehingga ia kembali diperkenalkan ke sebuah lembaga bernama Beasiswa United World College. Meski begitu, ia pun harus berhadapan dengan ratusan pelamar beasiswa lainnya.
Namun, sebuah pesan singkat yang diterimanya di suatu pagi itu mengubah hidupnya. Ia mendapat kabar kalau ia mendapatkan beasiswa penuh di The Robert Bosch United World College di Jerman. Kini, ia tinggal di Jerman untuk menempuh pendidikan di Jerman.
Sumber : wajibbaca.com
0 Response to " Daniel Dejapin Penjual Mawar & Peraih Beasiswa ke Jerman, Ternyata kisahnya Sungguh Diluar Dugaan "
Post a Comment